hewan

Kamis, 04 Agustus 2011

keutamaan bulan rajab



Oleh Cintia Nursyawalina
Banyak keutamaan yang ada di Bulan Rajab ini. Selain karena berdekatan dengan bulan Ramadhan, bulan Rajab ini juga satu-satunya bulan yang berada tidak pada bulan haram lainnya seperti Dzulqa’dah, Dhulhijjah dan Muharram. Bulan ini pun sangatlah mulia, maka dari itu kita dianjurkan untuk banyak berpuasa dan beristighfar di bulan ini juga terbuka taubat yang besar.
Salah satu ciri bulan Rajab adalah memiliki banyak nama. Beberapa ulama menyatakan ada 14 nama bulan Rajab, bahkan sebagian ulama mengemukakan 17 nama bulan Rajab, diantaranya:
Bulan Rajab dinamakan Al Asham karena pada bulan tersebut tidak terdengar suara dentingan pedang, karena peperangan memang dilarang pada bulan ini. Baik pada masa Jahilillyah dahulu maupun setelah datangnya masa kenabian. Seperti sabda Rasulullah dari Aisyah RA, “Rajab adalah bulan Allah SWT, dan disebut Al Ashamm, kaum jahilliyah masa dahulu kala ketika memasuki bulan Rajab memogokkan pedang-pedang mereka dan meletakkan nya (meninggalkan perang) sehingga orang-orang pun memberi keamanan dan jalan pun tampak aman, dan mereka tidak takut kepada yang lain setelah bulan ini habis.”
Disebut juga Al-Ashab, karena pada bulan ini dicurahkan segala Rahmat untuk orang-orang yang bertaubat, mengalir pula cahaya-cahaya untuk seluruh alam. Dan dikatakan Rajam, karena pada bulan ini setan dirajam oleh malaikat agar tidak mengganggu orang-orang shaleh.
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya di surga ada sungai yang disebut dengan rajab (isinya) lebih putih dari pada  susu,dan manisnya lebih dari pada madu. Barang siapa yang berpuasa sunnah satu hari dalam bulan Rajab akan diberil minum oleh Allah dari sungai tersebut.” (HR. Imam Baihaqi). Bulan Rajab pun merupakan bulan taubat, dimana seorang ulama ahli hadits Al-Imam Muhammad bin Abdullah Al Jardani Rohimahullah menerangkan dalam kitab hadits Misbahud-dholam bahwa : “Diterangkan dalam kitab-kitab
Allah yang terdahulu, orang yang membaca :
Dibaca 70 x setiap ba’da isya’ atau waktu pagi dan sore bulan Rajab,
“Orang tersebut akan terhindar dari siksaan api neraka (dosa-dosanya diampuni oleh Allah)”
                Namun, menurut beberapa pihak, hadits yang mengisyaratkan keutamaan-keutamaan bulan Rajab dianggap lemah, kurang mendasar bahkan palsu. Misalnya, dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dijelaskan bahwa setiap masuk bulan Rajab, Rasullullah senantiasa berdoa “Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Balighnaa Ramadhan” (Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzaar)
                Hadist tersebut merupakan hadist yang paling banyak dijadikan acuan sebagai penerangan atas keutamaan bulan Rajab. Namun menurut Ibnu Hajar, hadist ini tidak kuat dan tidak bisa dijadikan hujjah. Demikian pula salah satu hadist yang menyatakan “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah SAW) dan Ramadhan adalah bulan umatku.” Hadist ini dianggap palsu dan munkar oleh para muhaddits. Bahkan, hadist-hadist lain yang berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab pun dianggap tidak kuat dan tidak bisa dijadikan hujjah.
                Namun, kita sebagai umat Islam yang awam, hendaknya berhati-hati dengan adanya hadist. Jangan mentang-mentang hadist, lalu menjalankannya tanpa ada referensi yang pasti. Dan sebagai umat Islam yang awam juga, hendaknya menjalankan ibadah dengan secukupnya. Tidak perlu berlebihan, karena yang berlebihan itu tidak baik. Jangan karena semata-mata banyak keutamaan dalam satu bulan, lalu kita memforsir diri beribadah hanya bulan itu saja, sedangkan bulan lain tidak diperdulikan. Ada baiknya kita terus meningkatkan ibadah kita dari bulan ke bulan agar menjadikan kita umat Islam yang lebih baik untuk kedepannya.


*dari berbagai sumber internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar